Biografi Buya Yahya, Ulama Kharismatik Benteng Aswaja

KULIAHALISLAM.COM - Buya Yahya merupakan panggilan populer dari KH. Yahya Zainul Maarif, seorang ulama muda kelahiran Blitar 10 Agustus 1973. Buya Yahya mengasuh Pondok Pesantren  dan Lembaga Pengembangan Dakwah Al Bahjah Cirebon. Pendidikannya dimulai dari kota kelahirannya Blitar di bawah bimbingan KH. Imron Mahbub dan KH. Ruba'i Marzuqi murid dari KH. Arwani Kudus. 

Sumber gambar: Al Bahjah TV

Buya Yahya melanjutkan pendidikannya ke Ponpes Darul Lughah Wa Da'wah (Dalwa) Bangil Pasuruan yang dipimpin oleh Habib Hasan bin Ahmad Baharun. Selesai mondok, beliau melanjutkan pendidikan ke Tarim Yaman di bawah bimbingan Habib Abdullah bin Muhammad Baharun dan Habib Idrus bin Umar Al Kaf. Buya Yahya juga menempuh pendidikan formal di Universitas Al Ahgaf Yaman dan American University for Human Science California. 

Karya tulis beliau diantaranya:        

-         Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama

-         [Silsilah Fiqih Praktis] Fiqih Bepergian: Solusi Shalat di Perjalanan & Saat Macet

-         Buya Yahya Menjawab

-         [Silsilah Aqidah Praktis] Aqidah 50

-         [Silsilah Fiqih Praktis] Bab: Thoharoh

-         [Silsilah Fiqih Praktis] Bab: Sholat

-         Panduan Lengkap Bulan Ramadhan

-         Oase Iman

-         [Silsilah Fiqih Praktis] Bab: Haji & Umrah

-         [Silsilah Fiqih Praktis] Cerdas Memahami Darah Wanita

-         [Silsilah Fiqih Praktis] Bab: Fiqih Sholat Berjama’ah

-         [Silsilah Fiqih Praktis] Bab: Fiqih Qurban

Buya Yahya merupakan sosok ulama kharismatik yang senantiasa menyebarkan ilmu berdasarkan pemahaman Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. Hal ini wajar mengingat riwayat guru dan tempat belajar beliau selama ini yang kental dengan nuansa aswaja. 

Dalam penyampaian ceramahnya, Buya Yahya senantiasa menyampaikan dengan cara santun namun tetap tegas dalam prinsip. Buya Yahya juga bersikap objektif dalam persoalan-persoalan yang rentan menimbulkan kontroversi. 

Misalnya dalam kasus pembunuhan Husein bin Ali oleh Yazid, Buya Yahya mengatakan Yazid memang ahlu sunnah. Namun perilakunya tidak merepresentasikan aswaja. Karena aswaja bersikap hormat dan cinta ahlul bait. Maka Yazid adalah oknum yang tidak merepresentasikan seluruh aswaja. Walaupun begitu tidak lantas Buya Yahya membela syiah. Buya Yahya justru tetap mengkritik paham Syiah. 

Ada lagi peristiwa yang menarik dimana saat beliau ceramah, Habib Novel Alaydrus dari Solo menjadi mustami' beliau. Habib Novel bermaksud bertanya kepada Buya Yahya. Sadar bahwa yang bertanya adalah Habib, Buya Yahya segera beranjak dari tempat duduknya dan mendatangi Habib Novel. Buya Yahya pun mencium tangan Habib Novel. Habib Novel pun menolak diistimewakan dan tetap ingin bertanya. 

Akhirnya Habib Novel diminta duduk di samping Buya Yahya. Buya Yahya memperkenalkan bahwa Habib Novel merupakan Habib yang harus dihormati. Sementara Habib Novel mengatakan bahwa Buya Yahya adalah guru beliau semasa mondok di Ponpes Darul Lughah Wa Dakwah. Peristiwa tersebut viral dalam rekaman video dan membuat haru banyak jamaah. Betapa jamaah dipertunjukan dua orang ulama yang sama-sama tawadhu dan menjadi teladan bagi umat. 

Post a Comment

Previous Post Next Post

Iklan Post 2

نموذج الاتصال