Prospek Kerja Jurusan Kuliah Agama Islam

Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Source: edukasi.kompas.com

KULIAHALISLAM.COM – Jurusan Kuliah Agama Islam senantiasa mempunyai peminat di kalangan masyarakat Indonesia. Walaupun tidak sebanyak peminat jurusan kedokteran atau teknik, namun setiap tahun kampus Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) maupun Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (PTAIS) tidak bisa menerima seluruh mahasiswa yang mendaftar. Ada juga yang lebih berminat belajar Islam di timur tengah.

Ilmu Agama Islam di perguruan tinggi sudah menjadi lebih spesifik menjadi beragam jurusan dan fakultas. Secara umum fakultas rumpun Ilmu Agama Islam terdiri dari ushuluddin (dasar-dasar agama), tarbiyah (pendidikan Islam), syariah (hukum Islam), adab dan humaniora (sastra dan sejarah Islam), ekonomi dan bisnis Islam.

Dalam fakultas Ushuluddin terdapat jurusan ilmu Quran dan tafsir, Ilmu Hadits, Akidah Filsafat, Tasawuf dan Psikoterapi. Fakultas tarbiyah terdiri dari pendidikan agama Islam, pendidikan bahasa Arab, manajemen pendidikan Islam, PGMI, PGRA. 

Fakultas syariah di dalamnya terdapat jurusan ahwalu syakhsiyah (hukum keluarga Islam), jinayat (hukum pidana Islam), perbandingan mazhab dan hukum, fiqh siyasah (tata negara Islam). Fakultas Adab terdiri dari sastra Arab dan sejarah peradaban Islam. Ekonomi dan bisnis Islam sudah jelas terdiri dari akuntansi Islam, ekonomi Islam dan keuangan Islam.

Karena beberapa PTKIN sudah berubah menjadi UIN, maka jangan aneh jika dalam Universitas Islam terdapat jurusan umum. 

Prospek Jurusan Kuliah Agama Islam

Lantas bagaimana prospek mengambil kuliah di jurusan ilmu agama Islam? Kalau anda membayangkan prospek kerja yg bagus itu seperti yg jago IT, teknik, hukum. Masuk perusahaan besar, gaji dua digit bahkan tiga digit. Saya katakan no! Tapi kalau hidup untuk hidup berkecukupan, mendapatkan kepuasan batin dan ketenangan jiwa, dihormati orang maka sangat bisa.

Lulusan ilmu agama Islam dapat berkiprah di sektor formal, informal, maupun di luar bidang keilmuannya.

Sektor formal:
  1. Penyuluh Agama di KUA
  2. Pegawai di Kementerian Agama
  3. Guru Agama
  4. Pegiat LSM dengan isu agama
  5. Dosen Agama
  6. Peneliti Keagamaan

Sektor Informal:
  1. Mubaligh
  2. Penulis Buku Agama
  3. Youtuber Agama
  4. Aktivis Ormas Agama
Tapi….
Banyak juga sarjana agama yang menjadi wirausaha, petani, wartawan, karyawan dll. Ilmu agamanya memang gak terpakai secara langsung di jalur ini. Tapi sarjana agama bisa jadi apa saja. Ilmu agamanya sebagai wawasan dan tuntunan moral.

Yang jelas sarjana agama Islam tetap bisa sukses. Ingat, wapres kita sekarang adalah seorang ulama. Presiden kita juga pernah dari kalangan ulama. 

Robby Karman

Alumni Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut dan Institut Agama Islam Tazkia Bogor.

1 Komentar

Lebih baru Lebih lama

Iklan Post 2

نموذج الاتصال