Refleksi Hari Ibu: Multiperan Ibu dalam Keluarga Meraih Keadaban Negara

(Sumber Gambar: Redaksi Kuliah Al-Islam)


Setiap tanggal 22 Desember, dimaknai bangsa ini sebagai ekspresi rasa cinta, kasih sayang, penghormatan dan bakti kepada sosok Ibu. Entah itu anak kepada ibunya, suami kepada istrinya dan pemimpin kepada rakyatnya, dan seterusnya. Inilah perkembangan tafsiran hari ibu yang ditetapkan oleh Presiden Ir. Soekarno dengan Dekrit Presiden (Soekarno) Nomor 316 Tahun 1959, menetapkan bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu, dan dirayakan secara nasional hingga saat ini.

Betapa mulianya tugas seorang ibu, dan memang kata Perempuan itu berasal dari bahasa Sanskerta, yang mempunyai arti yang diperempu dan dipertuan. Ditinjau dari berbagai bahasa dan sudut pandang, misalnya: Bahasa Inggris Woman dan Man; perempuan lebih banyak hurufnya. Bahasa Inggris Female dan Male; perempuan lebih banyak hurufnya. Bahasa Indonesia Perempuan dan laki-laki; juga demikian. Bahasa Indonesia Wanita dan pria; juga demikian.

Perjuangan turut serta dalam meraih kemerdekaan mengkristal dengan berkumpulnya para pemimpin organisasi perempuan pada kongres pertama di Jogjakarta, pada tanggal 22 Desember 1928.

Kini, 22 Desember 2022  dirayakan beragam ekspresi cinta, kasih sayang dan penghormatan kepada sosok perempuan dan ibu (orang tua) dalam merawat dan mendidik anak-muda generasi emas bangsa. Setiap tanggal 22, kita selalu memperingati Hari Ibu. Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya.

Sungguh, ibu merupakan sosok yang memiliki peran luar biasa dalam segala bidang kehidupan, tak terkecuali pendidikan. Keberadaan seorang ibu mampu memengaruhi kesuksesan ataupun kegagalan pendidikan anak. Bahkan, dalam adagium Arab disebutkan bahwa, "Al-ummu madrasatul ula, idza a’dadtaha, a’dadta sya’ban thayyibal a’raq" (ibu ialah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, engkau telah mempersiapkan generasi terbaik).

Selain itu, semua agama mengajarkan untuk menghormati ibu. Islam sebagai agama wahyu adalah agama yang memuliakan kaum perempuan. Alquran dan Hadis sebagai pedoman bagi segenap umat menjelaskan bagaimana Islam meninggikan posisi ibu/perempuan. Islam tidak membeda-bedakan perlakuan terkait jenis kelamin manusia, yang membedakannya di sisi Allah adalah ketakwaannya.

Bahkan Islam memandang ibu sangat mulia. Dalam suatu Hadis disebutkan, al-jannatu tahta aqdamil ummahat, surga itu berada di bawah telapak kaki ibu. Bahkan dalam sebuah kisah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai siapa orang yang harus dia hormati. Rasulullah SAW menjawab,“Ibumu. ”Kemudian laki-laki itu bertanya lagi, siapa orang yang harus dia hormati. Kembali dijawab, “Ibumu.” Lalu laki-laki itu kembali bertanya dan kembali dijawab, “Ibumu.” Baru setelah pertanyaan keempat dijawab “Ayahmu.” Itulah contoh betapa tingginya nilai seorang ibu dihadapan Allah.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, dari hari ke hari pada sebagian masyarakat kita merasakan sesuatu yang hilang dari kehidupan, yaitu keteladanan dan kehangatan cinta ibu dalam keluarga modern. Padahal, peranan ibu dalam membangun keluarga dan kehidupan masyarakat sangat penting, tidak saja pada masa lalu dan masa kini, tapi juga di masa mendatang.

Peran Ibu Dalam Keluarga

Ibu merupakan sosok yang tidak bisa dihilangkan dalam sebuah keluarga. Peran aktif orang tua merupakan sebuah usaha yang secara langsung dalam memberikan sosialisasi terhadap anak dan juga menciptakan lingkungan. Rumah sebagai lingkungan sosial pertama yang dijumpai oleh anak. Keluarga merupakan tempat pertama anak dilahirkan di dunia dan menjadi tempat bagaimana anak belajar dalam berkehidupan, yaitu dari awal cara makan sampai anak belajar hidup dalam masyarakat. Keluarga menjadi hal yang sangat penting dan membawa anak untuk menjadi seorang individu yang baik.

Ibu merupakan sosok utama yang memegang peranan penting dalam sebuah keluarga. Ibu memiliki banyak peranan dan mampu melakukan banyak hal untuk kebutuhan semua anggota keluarga.

Ibu adalah sosok seorang super women yang mampu melakukan banyak hal termasuk memasak, mengasuh anak, mendidik, menata rumah, dan banyak hal lainnya. Begitu banyaknya peran Ibu tidak bisa dideskripsikan seberapa hebat sosok seorang Ibu tersebut. Seorang Ibu juga memberikan keseimbangan dalam sebuah keluarga. Kedudukan perempuan dalam kelurga dan masyarakat perlu dipelihara dan ditingkatkan sehingga dapat memberikan sumbangan yang sebesar-besarnya bagi pembangunan bangsa dengan memperhatikan kodrat serta harkat dan martabat (Achmad, 1994).

Peran penting ibu dalam keluarga adalah Ibu sebagai Seorang Manajer Keluarga, Ibu sebagai Seorang Pendidik, Ibu sebagai Seorang Psikolog bagi Anak dan Keluarga, Ibu sebagai Perawat, Ibu sebagai Seorang Koki, Ibu sebagai Pelindung, Ibu sebagai Panutan, Ibu sebagai Akuntan Keluarga, Ibu sebagai Motivator Keluarga, Ibu sebagai Dokter Keluarga, Ibu sebagai Fashion Designer, Ibu sebagai Interior Designer, Ibu sebagai Sekretaris, Ibu sebagai Ahli Perbaikan, Ibu sebagai Sahabat, Ibu sebagai Event Organizer, Ibu sebagai Pegawai Tauladan, Ibu sebagai Penjaga Kebersihan, Ibu sebagai Partner, Ibu sebagai Superhero (dosenpsikologi.com, 2017).

Peran ibu sebagai seorang manajer keluarga adalah Ibu memiliki wewenang dalam semua hal yang terjadi dalam keluarga. Dalam hal ini ibu juga bertugas menyatukan anggota keluarga dan menyelesaikan masalah yang ada, serta mengatur segala kebutuhan perencanaan, penyelesaian masalah keuangan dan sebagainya. Masalah keluar masuknya uang menjadi tanggung jawab ibu. Oleh karena itu, ibu harus bisa mengendalikan keuangan keluarga. Di samping itu, Ibu sebagai seorang pendidik.

Pendidikan yang dimaksud adalah apa yang diajarkan oleh seorang Ibu kepada anaknya. Ibu sebagai sekolah pertama bagi anak karena pendidikan anak dimulai di dalam keluarga. Dari ibulah seorang anak belajar mengenal segala hal baru dalam hidupnya. Anak mulai belajar berbicara, makan, minum, bergaul, atau bersosialisasi dengan ibu. Ibu juga paling mengerti karakter anak sehingga mampu memberikan pendidikan yang sesuai. Di samping itu, Ibu sebagai pilar utama dalam proses pendidikan bagi anaknya. Prestasi dan kesuksesan anak sangat berkaitan erat dengan peran ibu sebagai sekolah pertama bagi anaknya.

Peran ibu yang lain adalah sebagai psikolog bagi anak dan keluarganya. Ibu menjadi psikolog yang memperhatikan tumbuh kembangnya anggota keluarganya mulai dari tumbuh kembang kejiwaan karakteristik, perilaku yang dilakukan oleh setiap anggota keluarganya. Ibu dapat dijadikan tempat mencurahkan keluh kesah bagi anak. Ibulah yang seharusnya memberikan rasa aman bagi anak-anaknya.

Peran ibu sebagai perawat merupakan sosok yang paling peduli tentang kesehatan anggota keluarganya. Ibu selalu memberikan yang terbaik untuk menjaga kesehatan keluarganya. Ibu memberikan nutrisi yang cukup agar anggota keluarganya tidak jatuh sakit. Ibu selalu berusaha agar anaknya selalu bisa hidup sehat dan bahagia. Peran Ibu selanjutnya sebagai seorang koki. Ibu berperan menghidangkan makanan yang enak dan sehat untuk keluarga setiap hari.

Ibu yang harus memilihkan makanan yang cocok untuk keluarganya. Ibu ibaratnya sebagai seorang koki atau chef yang harus bisa sekreatif mungkin ketika sedang memasak di dapur. Ibu akan memutar otaknya untuk memasak menu yang enak, lezat, dan bergizi, untuk para anggota keluarganya. Mulai dari sarapan, makan siang, hingga makan malam, semua dimasak oleh ibu dengan penuh rasa cinta agar gizi anggota keluarganya selalu terpenuhi.

Peran Ibu sebagai pelindung. Ibu sebagai pelindung baik secara fisik maupun mental dan emosional. Ibu sebagai pelindung mental dan emosi siap mendengarkan cerita kehidupan tiap anggota keluarganya dan memberikan masukan positif yang selalu berisi dukungan dan nasehat. Ibu selalu melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik sehingga anak merasa aman dan terlindungi.

Peran Ibu Dalam Mendidik Anak

Ibu yang baik sejatinya senantiasa mendoakan dan memberikan pendampingan kepada anak-anak mereka hingga tumbuh dewasa, maka wajarlah hadis yang selalu melekat dalam diri kita, yaitu “Ibu adalah Madrasah pertama” bagi anak-anak mereka.

Syair di atas memberikan isyarat bahwa ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anak mereka. Seorang ibu dituntut agar mampu memberikan keteladanan, jika seorang ibu baik maka idealnya akan baik pulalah anaknya begitupun sebaliknya jika seorang ibu memiliki akhlak yang tidak baik maka jangan heran jika anaknya juga tidak baik juga. Ibu merupakan potret dan cerminan bagi anak-anak mereka. Anak yang diamanahkan oleh Allah swt. bagi kedua orangtuanya. Hatinya yang suci merupakan perhiasan yang sangat berharga. Bila seorang anak dilatih untuk mengerjakan kebaikan maka ia akan tumbuh menjadi orang yang baik pula.

Ibu merupakan sosok yang sangat luar biasa dan sosok yang hebat dalam keluarga. Peran ibu dalam keluarga sangat luar biasa besarnya, seorang ibu terkadang menjadi manajer, menjadi guru, menjadi koki yang handal, menjadi motivator handal bahkan acap kali menjadi dokter yang sangat handal pelayanannya kepada pasiennya, inilah beberapa tugas dan fungsi seorang ibu dalam rumah tangga.

Ibu yang menjadi manager adalah pekerjaan mengatur urusan rumah tangga, bagaimana ia harus mengelola uang yang sedikit ataupun banyak mungkin agar bisa bertahan selama satu bulan dan cukup dimakan oleh semua anggota keluarga. Jika peran ayah kebanyakan saat ini adalah pencari nafkah maka peran seorang ibu adalah mengatur dan mengelola keuangan keluarga agar bisa bertahan.

Selain manager peran ibu yang lain adalah menjadi guru yang hebat bagi anak-anaknya. Menjadi guru yang hebat adalah pembahasan utama dalam penulisan karya ini, ibu dituntut menjadi guru yang baik dan hebat bagi anak-anaknya. Kemampuannya dalam menyusun kurikulum lalu mengajarkannya kepada anak-anaknya merupakan pekerjaan ibu menjadi seorang guru. Mengajarkan anak agar memiliki karakter yang baik merupakan impian semua orang tua.

Memainkan peran sebagai seorang motivator merupakan tugas lainnya dari seorang ibu yang tak kalah jauh lebih pentingnya, memberikan semangat pada anak-anak mereka ketika anak kehilangan semangat belajar, mendorong anak agar menjadi yang terbaik, anak-anak pada saat ini kerap akan menjadi stress dengan pola hidup yang tidak baik dan tidak sehat, bayangkan dewasa ini mereka lebih asyik di depan layar android dari pada di depan Alquran, kondisi ini membutuhkan peran serta orang tua dalam melakuan pendampingan bagi anak. Anak-anak lebih nyaman membaca informasi yang dihasilkan dari kotak hitam android dari pada membaca Alquran dan buku.

Melihat bila sedemikianlah tugas mulia seorang ibu, maka akan sangat merugilah jika ada seorang ibu yang menyibukkan dirinya di luar rumah daripada mendidik anak-anak mereka di rumah. Kesibukan ibu di luar rumah sehingga tidak dapat anak-anak mereka pada masa-masa emasnya. Bahkan negara-negara Barat sudah mulai menyerukan agar mengembalikan peranan orang tua terutama ibu dalam mendidik anak. Mantan menteri pendidikan Amerika Serikat sendiri menuturkan bahwa runtuhnya tingkat pendidikan di sekolah-sekolah Amerika pada sisi tertentu lalu berimbas pada perubahan-perubahan pada tingkat keluarga di rumah.

Hal ini dipicu kesibukan para orang tua terutama ibu yang semestinya mendidik anak-anak mereka. Lebih lanjut George De Pos dari Univercity of Callifornia menuturkan bahwa: ibu-ibu di negara Jepang merupakan unsur yang sangat penting dan berpengaruh dalam pendidikan anak-anaknya. Ia menjadikan dirinya sebagai satu-satunya yang bertanggung jawab terhadap pendidikan anak, menopang kekuatan, peranan sekolah dan mendidik anak-anak sejak lahir. Bahkan para tokoh di dunia pun memperkuat betapa urgennya peranan seorang ibu dalam rumah tangganya.

Sebenarnya tidak hanya mendidik anak ketika ia masih kecil, remaja, dewasa bahkan sudah lanjut usia pun masih ada peran ibu dalam mendidik anak-anaknya. Ibu merupakan tonggak kehidupan dalam sebuah keluarga yang memberikan perhatian penuh terhadap anak-anaknya, baik berbentuk masa depan berupa pemenuhan soal-soal materi, harta benda, perabotan dan lain sebagainya.

Hal ini pun dapat disesuaikan dengan kemampuan materi dan kondisi kehidupan mereka. Namun demikian, perhatian dapat dibatasi oleh orang tua akan tetapi hal yang penting sekali adalah orang tua memberikan hak terhadap anaknya berupa nilai-nilai Islam yang hakiki. Proses pencapaian ini perlu dilihat kepada orang tuanya sendiri, bagaimana mereka mendidik anak￾anaknya dalam keluarga.

Peranan orang tua terutama ibu sangat besar dalam membangun tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sebagai peserta didik dalam rumah tangga, seorang anak tidak cukup hanya diberi makan, minum, pakaian dan lainnya. Orang tua terutama ibu dituntut agar mengembangkan potensi anak secara jasmani dan juga rohani.

Mendidik anak merupakan mempersiapkan dan menumbuhkan aspek jasmani, akal dan rohani secara adil yang berlangsung secara terus menerus sepanjang hidup dan diarahkan agar anak tersebut menjadi anak yang berdaya guna dan berhasil bagi dirinya dan juga orang lain. Proses pendidikan yang dirinya dan juga orang lain. Pendidikan yang dilakukan di rumah dengan ibu sebagai pendidiknya sejatinya akan jauh lebih efektif dan efesien hasilnya jika dibandingkan dengan pendidikan yang diberikan di sekolah, didukung oleh suasana pendidikan dan waktu belajar yang bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.

Peranan ibu sangat penting dalam pendidikan nilai-nilai kehidupan anak, penanaman nilai-nilai tersebut dapat terjadi melalui pendidikan yang diperoleh dari orang tua terkhusus ibu, ibu adalah pendidikan pertama bagi anak. Ibu memiliki peranan penting dalam pembentukan perilaku anak (Al Hakim, 2014:20). Hal ini dikarenakan pendidikan anak merupakan hal yang sangat krusial bagi seorang anak. Keberhasilan pendidikan tersebut akan menjadi pokok keberhasilan pendidikan selanjutnya. Sebaliknya, kegagalan dalam peletakan dasar akan berakibat terhadap penurunan kualitas pada pendidikan selanjutnya.

Dengan demikian, peranan seorang ibu dalam pendidikan anak lebih utama dan dominan dari pada seorang anak itu terlahir, ibu lah di sampingnya bahkan dikatakan bahwa pengaruh ibu terhadap anaknya dimulai sejak dalam kandungan. Dalam sebuah keluarga ibu sebagai figur sentral yang dicontoh dan diteladani. Karena anak bagaikan radar yang menangkap apa saja yang terjadi di sekitarnya. Dikatakan seorang ibu bagaikan sekolah pertama bagi seorang anak, disebabkan pada tangan ibu baik masa depan kejujuran dan kemajuan.

Ibu merupakan madrasah atau sekolah yang pertama yaitu sebagai pembangun dasar (fundamen) dasar perilaku atau moralitas melalui arahan dengan berbagai keutamaan, hasrat, kemajuan, tindak, dan keyakinan diri.

Karena merubah anak hari ini sangat sulit, hal ini sesuai dengan hadis Nabi yang berbunyi: “anak adalah raja selama tujuh pertama, dan hamba pada tahun kedua serta teman musyawarah pada tujuh tahun ketiga” (Mudhahiri: 2002:557). Sosok ibu merupakan penanggung jawab utama terhadap pendidikan baik mendidik akhlak maupun kepribadian mereka, dan harus bekerja keras dalam mengawasi tingkah laku mereka dengan menanamkan perilaku terpuji serta tujuan-tujuan yang mulia.

Dalam kehidupan sosok ibu sering disebut-sebut sebagai penanggung jawab utama masalah pendidikan anak, saat anak-anak mereka berlaku sombong dan berlaku salah maka layaknya ibu mengobati penyakit tersebut, karena sifat-sifat ini bukan hanya dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat, akan tetapi sangat dominan di lingkungan rumah atau keluarganya. Ibarat pohon yang akar-akarnya telah meresap ke tanah, sungguh sulit untuk mengobati penyakit tersebut bila sudah besar.

Fitratul Akbar

Penulis adalah Alumnus Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang. Pegiat Isu-isu Filantropi Islam dan Perdamaian Dunia.

Post a Comment

Previous Post Next Post

Iklan Post 2

نموذج الاتصال