Mengenal Kitab As Siyar Karangan Abu Ishaq Al Fazari

KULIAHALISLAM.COM - Beliau adalah Ibrahim bin Muhammad bin al-Harits bin Asma’ bin Kharijah bin Hishn yang dikenal dengan Abu Ishaq al-Fazari. Kharijah bin Hishn adalah salah seorang sahabat Nabi ShallalLâhu `alaihi wa Sallama.

Abu Ishaq Al Fazari
Sampul Kitab As Siyar

Berguru ke banyak ulama khususnya kepada Hisyam bin Urwah, Sufyan al-Tsauri dan al-Auza`i. Spesialnya, dua nama terakhir dari gurunya tersebut juga pernah meriwayatkan hadis dari Abu Ishaq al-Fazari.

Para muhaddits besar memujinya sundul langit. Keimaman beliau diakui oleh ulama sekaliber Sufyan bin Uyainah, Abdurrahman bin Mahdi, Abu Hatim al-Razi, al-Nasa’I dan sebagainya. Abdurrahman bin Mahdi, guru Imam Bukhari mengatakan, “Saya berharap semua hadis Mughirah saya dengar lewat jalur Abu Ishaq al-Fazari”. Beliau juga diakui keimamannya dalam bidang Sirah.

Abu Ishaq al-Fazari juga dikenal sebagai seorang faqih mujtahid. Pernah menjadi mufti di Syam. Beliau banyak melontarkan kritik kepada madrasah fikih ahli Irak yang waktu itu dikomandoi generasi para murid Abu Hanifah.

Selain itu beliau juga merupakan seorang Mujahid. Waktu itu kaum muslimin sedang berhadapan dengan Roman Empire. Ditambah lagi, Abu Ishaq al-Fazari pernah tinggal ber-ribath di al-Mishshishah (dekat Antokia) yang waktu itu menjadi salah satu pos pertahanan kaum muslimin.

Di sana, selain berpartisipasi dalam peperangan, beliau mengajarkan ilmu agama. Khususnya membacakan kitab al-Siyar-nya kepada para mujahidin di al-Mishshishah. Abu Ishaq al-Fazari wafat sekitar tahun 185 H.

Part II: Kitab Sirah Kaya Istinbath Hukum

Penisbatan kitab al-Siyar kepada Abu Ishaq al-Fazari sah didapat dari sanad yang terdapat kepada manuskrip kitab kepada Abu Ishaq al-Fazari (termasuk beberapa sama`ât kitab tersebut), konten kitab dimana riwayatnya adalah riwayat Abu Ishaq al-Fazari, juga oleh kemasyhuran di kalangan para ulama, misalnya Imam Syafi`i yang menyebutnya, “Belum pernah ada buku Siyar yang ditulis seperti kitabnya Abu Ishaq al-Fazari”.

Kitab yang ditahkik oleh al-Muhaddits Prof. Dr. Faruq Hammadah ini meskipun tidak sampai kepada kita secara lengkap dan utuh, namun tetap merupakan salah satu referensi yang sangat berharga baik dalam sirah maupun fikih salaf terkhusus persoalan jihad.

Dalam sirah, selain memuat berbagai peristiwa yang terjadi di zaman Nabi, ia juga memuat berbagai teks-teks asli dan bersanad peristiwa futuhat Islamiyah pada masa awal seperti ke Cyprus, Persia, Maroko dan sebagainya. Juga membahas mengenai para panglima futuhat serta hubungan mereka dengan pusat pemerintahan Islam pada masa itu.

Selain itu, al-Siyar juga merupakan salah satu rujukan fikih salaf, khususnya dalam persoalan fikih jihad. Banyak persoalan dibahas di sini seperti hukum jihad, pengaturan pasukan, ekspedisi militer, rampasan perang, tawanan perang, politik Islam dan sebagainya. Bisa dibilang, kitab al-Siyar adalah kitab ‘Fikih Jihad’ pertama dalam peradaban Islam.

Dalam penyusunannya, Abu Ishaq al-Fazari mendahulukan ayat al-Quran, hadis perkataan sahabat kemudian qaul para mujtahid wa bil khusus Imam Auza’i. Dapat dikatakan bahwa kitab al-Siyar merupakan salah satu pengarsip fikih Imam Auza’i.
Part III: Tahkikan Kitabnya

Penahkiknya adalah salah seorang muhaddits Prof. Dr. Faruq Hammadah yang merupakan guru besar di Fakultas Adab, Universitas Muhammad al-Khamis, Rabath, Maroko. Beliau adalah seorang peneliti hadis yang sangat kompeten dan diakui kepakarannya.

Dua edisi Muktamar Hadis yang diselenggarakan oleh Jam`iyyah Makniz al-Islami di Kairo, beliau selalu menjadi salah satu bintangnya.

Ketelitian, ketekunan dan kepakaran beliau terlihat salah satunya dari cara beliau mentahkik dan melakukan studi terhadap al-Siyar ini.

Kitab al-Siyar yang sampai kepada kita adalah riwayat Muhammad bin al-Wadhah al-Qurthubi (Cordova) dari Abdul Malik bin Habib al-Mishishi dari Abu Ishaq al-Fazari yang kondisi naskahnya sudah termasuk sulit untuk dibaca.

Selain mentahkik manuskripnya (kualitas tahkik jangan ditanya), Syekh Faruq Hammadah juga menambahkan riwayat-riwayat Abu Ishaq al-Fazari dari Kutub Sittah. Beliau juga sampai kepada kesimpulan bahwa sebagian besar riwayat para Imam Kutub Sittah dari al-Fazari ternyata diambil dari kitab al-Siyar. Imam Ibnu Jarir al-Thabari dalam Ikhtilaful Fuqaha, Ahkamul Jihad wa’l Jizyah wa’l Muhâribîn (dicetak oleh orientalis Joseph Franz Schacht ternyata juga banyak istifadah dari al-Siyar.

Dari kedua sumber ini (riwayat al-Fazari dalam kutub sittah dan riwayat al-Fazari dalam kitab Imam Thabari), Syekh Faruq Hammadah menambahkannya dalam versi cetak al-Siyar di kedua part ‘mulhaq’ yang terletak di akhir kitab.

Tahkikan terbaik dari salah satu muhaqqiq terbaik untuk sebuah Kitab Siyar terbaik, sekaligus Fiqhul Jihad terbaik, dari salah satu ulama terbaik pada zamannya.

Penulis: Ustadz Musa Al Azhar, Lc

Admin

Redaksi Kuliah Al Islam

Post a Comment

Previous Post Next Post

Iklan Post 2

نموذج الاتصال