Lantunan Ayat Suci Al Quran dan Pesan Kemanusiaan


KULIAHALISLAM.COM - Sepanjang gelaran piala dunia edisi 4 tahunan ada sebuah fenomena menarik dalam lingkupan sejarah sepak bola tahunan yakni munculnya pemuda yang menginspirasi melantunkan ayat suci al-Qur’an dan disampingnya ada seorang aktor Morgan Freeman sempat trending topik pembukaan pesta olahraga sepak bola. 
Ghanim melantunkan ayat suci Al-Qur'an pada pembukaan piala dunia di Qatar. (cnnindonesia.com

Pemuda itu bernama Ghanim Al-Muftah penyandang distabilitas yang memiliki penyakit langka Cudal Regression Syndrom ( CDS). Penyakit disebabkan karena Ghanim terlahir tanpa bagian tubuh dilansir (www.bogordaily.net). Ia membacakan surat Al-Hujurat ayat 13 yang isinya memiliki pesan kemanusiaannya. 

Jika kita telusuri kehidupannya banyak masyarakat sekitar yang menyarankan agar ibunnya mengunggurkannya, karena mereka percaya bahwa itu merupakan penyelamatkan dia dan ibu dari penderiataan yang ditumbulkan oleh kecatatan ini pada mereka. 

Tetapi berkat kepercayaan ibunya Ghanim menjadi seorang anak yang mampu menginspirasi banyak orang. Dan orang tuannya berjanji bahwa akan selalu membantu anaknya dilansir (www.Liputan6.com). 

Ini menujukkan bahwa orang tua adalah pahlawan bagi anak dan raja untuk kehidupan anak. Yang lebih luar biasa dari anak ini bukan hanya semangatnya, namun kerja kerasnya dalam mengatasi kehidupan. Terbukti ia mendirikan perusahan Gharissa Ice Cream yang memiliki 6 cabang dari 60 karyawan (www.liputan6.com). 

Inilah mengapa FIFA ( induk organisasi sepak bola terbesar di dunia) tidak ragu menjadikan Ghanim sebagai salah satu Duta sepak bola dunia 2022. Tentu ini juga sekaligus menepis anggapan bahwa Qatar adalah negara anti kemanusiaan. Terlalu kaku untuk agama, tidak pantas dijadikan ajang olahragawan. 

Sangat-sangat disayangkan sekali apabila masalah-masalah Qatar terus diungkit-ungkit dengan banyaknya kasus yang meresahkan orang-orang barat seperti : LGBT, dilarang minuman keras, tidak boleh memakai ban pelangi dikarenakan menolakkan LGBT dll. 

Dan perlu dikaji ulang untuk selalu ada perbaikan sekelas pergelaran piala dunia. Mungkin hanya memerlukan waktu untuk tenang agar bisa berjalan dengan apa yang diinginkannya. 

Tetapi yang harus kita gali dalam kejadian tersebut adalah makna ayat surat Hujurat ayat 13 dan kolaborasi dengan Morgan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an tidak hanya indah didengarkan, akan tetapi indah untuk dirasakan. Seperti arti surat Al-Hujurat ayat 13 yang berbunyi:
 
“ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ . 

Artinya: 
Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti. 
Menurut Quraish Shihab dalam kitab tafsirnya bernama Tafsir Al-Misbah menekankan bahwa: 

Setiap seseorang dapat menilai kadar ketakwaan serta keimanan seseorang dan yang mengetahuinnya hanya Allah swt. Dan esensi penutupan ayat tersebut juga bahwa apa yang ditetapkan Allah swt menyangkut esensi kemuliaan adalah yang paling tepat. Bukan yang diperebutkan oleh banyak orang. Karena Allah maha mengetahui dan maha mengenal. Dengan demikian, hendaknya memperhatikan apa yang dipesankan oleh sang pencipta manusia yang maha mengetahui, maha mengenal mereka juga kemaslahatan mereka”. Kalau kita pahami dengan baik tentang penjelasan prof Quraish Sihab, maka kita akan membuka pintu kebaikan kita sebagai umat islam yang taat yang seharusnya mengajarkan arti kemanusiaan, tidak kenal itu siapa, karena kita adalah milik Allah swt. Bila kita merasa Islam, mampu mentaati aturan Allah swt dengan baik dan benar. Sebaliknya, kalau kita belum merasa Islam, jangan harap kebaikan akan selalu menyertainnya. Oleh sebab itu, letakkan Islam dalam hati kita masing-masing. Buangkan keburukan yang dihiasi kebaikan. Tak penting itu preman, atau siapalah. Tugas sebagai muslim adalah memanusiakan manusia. Jika kita tak bisa melakukannya, lebih baik diam dan mendoakan terbaik bagi mereka. Itulah mengapa kesan dan pesan kemanusiaan pada piala dunia Qatar merupakan wujud ungkapan bahwa agama tidak selalu buruk bagi mereka. Agama hanya persoalan pribadi masing-masing. Cukup kita hormati, santuni, sayangi sebagaimana Nabi Muhammad saw mengasihi sesama umatnya. Apa kita tidak malu terhadap Nabi Muhammad saw yang tak mau umatnya masuk neraka?. Dan apakah kita tidak malu kepada Allah swt yang selalu memberi jalan terbaik buat kita?. Jawabannya adalah pada hati kita. Kalau kita percaya pada Allah swt adalah tuhan kita, maka laksanakan kewajiban untuk berbuat baik dengan cara memanusiakan manusia. Semoga Allah merahmati kita semua. Amin

Ahmad Zuhdy Alkhariri

Mahasiswa universitas Raden Mas Said Surakarta. Pernah suatu di UKM LPM Dinamika. Pegiat kajian sosial, politik dan keagamaan. Saat ini tinggal di Sukoharjo

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Iklan Post 2

نموذج الاتصال