Nasihat-Nasihat Habib Syekh untuk Masyarakat Sukoharjo

Habib Syekh bersama Bupati Sukoharjo dan Tokoh-tokoh pemerintah dan agamawan

KULIAHALISLAM.COM - Setelah 2 tahun lamannya kita tidak benar-benar merasakan perayaan besar, kini saatnya mulai die ksekusikan kembali mengingat corona sudah tidak galak lagi. Himbauan masker, cuci tangan pun juga tidak diperhatikan karena peraturan presiden mengenai masker sudah tidak laku. 

Hal ini bisa kita lihat perayaan hari jadi Sukoharjo ke-76 yang dimana sudah lama menghilang dari peradapan. Perayaan berupa pendekatan islamisasi sholawatan yang terletak di Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo Rabu (20/07/22). 

Benar-benar merasa vibes yang sangat mengena layaknya sporteran sepak bola. Semua yang saya lihat dan rasakan semua orang menikmati sekali hasil pelampiasan corona menyerangnya. Ribuan masyarakat semua elemen komunitas Islami, sporter Persis Solo bahkan komunitas lainnya begitu antusias. 

Ada ibu-ibu beserta keluargannya membawa rombongan keluarganya, anak muda, ibu-ibu muda hingga penjual-penjual ikut andil dalam acara. Ada yang bilang “seneng banget rasane isoh sholawatan neng kene” ( “ suka banget rasannya sholawatan disini”) “ ujar mbah-mbah dibelakang tempat duduk saya. 

Bahkan pengemis buta pun turut mengucapkan “insyaallah jama’ah mriki saget dongane diijabah kalian Allah swt “ ( “insyaallah jama’ah disini doannya bisa terkabul oleh Allah swt “). Inilah mengapa Habib Syeikh sebagai public figure sangat dicintai seluruh masyarakat indonesia melalui lantunan sholawat dan nasehatnya. 

Beliau juga didamping oleh tokoh-tokoh pemerintahan dan agamawan ternama seperti : Bupati Sukoharjo, Dr. KH Abdullah Faishol ( ketua MUI Sukoharjo), K.H Khomsun Nur Arif ( Ketua Tanfidiyah PCNU Sukoharjo), dan masih banyak tokoh-tokoh lainnya. Sekaligus rombongan hadroh Ahbabul Mustofa. 

Selain itu, panggung yang disiapkan pun juga memerlukan waktu cukup lama demi memastikan kelancaran acarannya. Habib Syekh pun juga tidak segan-segan mengajak jama’ah untuk bersholawat “ayo do podo sholawatan makasiat minggat “. ( “ ayo pada sholawatan maksiat pergi ”). 

Tapi yang menjadi catatan saya jika beliau ingin berdakwah selalu mengajak para jama’ah untuk selalu berfikir postif thinking dimana pun berada melalui nasehat-nasehatnya. Pertama membangun kesadaran kekuatan toleransi termasuk islam agama mayoritasnya. 

Sudah dibuktikkan perkataannya “neng kene kie wes ono MTA, Muhammadiyah, NU, persis karo ormas-ormas Islam laine kudu ngene kie, do podo rukun, ora udur wae “ ( “disini itu sudah ada MTA, Muhammadiyah, NU, persis bersama ormas-ormas islam lainnya iya kayak gini, sama rukun tidak menang sendiri” ). 

Selalu berliau utarakan di sela-sela pengajiannya agar masyarakat tahu betapa pentingnya toleransi dalam beragama. Kedua merespon baik setiap perintah pemerintahan supaya bisa didukung dengan baik. 

Hal ini diutarakannya “ayo podo vaksin booster peng telu, melu programe pemerintah, ben awakdewe isoh nyenengke pemerintah dan salah satu bentuk wujud kita cinta tanah air “. ( “ ayo pada vaksin booster yang ketiga, ikut programnya pemerinyah biar kita bisa menyenangkan pemerintah dan salah satu wujud kita cinta tanah air “). 

Benar sekali disebabkan hari kemerdekaan juga sudah semakin dekat. Apalagi juga sebagai himbauan tetap memberi kontribusi yang baik terhadap nusa dan bangsa. Ketiga mengajak masyarakat sukoharjo untuk menjadi kota Sukoharjo terhindar dari sikap radikalisme sebagai ancaman besar negara Republik Indonesia. 

Beliau dengan tegas “mugo-mugo Sukoharjo dadi kota bersholawat umat terbaikke kanjeng Nabi Muhammad se kora wedi karo hal-hal berbau radikalisme “. ( “semoga Sukoharjo jadi kota bersholawat umat terbaiknya Nabi Muhammad yang tidak takut hal-hal berbau radikalisme“). 

3 hal nasihat ini seharusnya diterapkan oleh kita selaku umat Islam untuk membangun mindset Islamisasi amaliyah yang sudah dalam hati. Habib Syekh juga mengajarkan kita selalu menomor satukan kepentingan agama harus siap menghadapi permasalahan besar di sekitar kita. 

Habib Syekh telah memberi kita kekuatan islam dipersatukan yang bisa diungkap melalui lantunan sholawatan dianggap bid’ah kaum sebelah. Dan disadari Dr. K.H Abdullah Faishol selaku ketua MUI Sukoharjo dalam ceramahnya “bener seng digendikaake Habib Syeikh awakdewe umate kanjeng Nabi kudu seneng sholawatan “ ( “benar yang dikatakan Habib Syeikh kita umatnya Nabi Muhammad saw harus senang sholawatan “). 

Semoga nasehat-nasehat beliau bisa membuat sadar kepada kita pentingnya membawa nama baik Rasulullah saw di akhirat kelak.

Ahmad Zuhdy Alkhariri

Mahasiswa universitas Raden Mas Said Surakarta. Pernah suatu di UKM LPM Dinamika. Pegiat kajian sosial, politik dan keagamaan. Saat ini tinggal di Sukoharjo

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Iklan Post 2

نموذج الاتصال