Begini Wujud Cinta Tanah Air dengan Mendukung Timnas Bola Indonesia

Timnas Indonesia U-23/Sumber gambar: Bola.net

Begini Wujud Cinta Tanah Air dengan Mendukung Timnas Bola Indonesia 

Setelah Timnas sepak bola Indonesia gagal membawa juara piala AFF kemarin dan tidak bisa keikutsertaan piala AFF U 22, kini Indonesia memiliki peluang untuk merebut medali emas pada Sea Games Vietnam. 

Kegalauan yang sangat panjang membuat rakyat Indonesia mengharapkan sesuatu terbaik untuk bangsa dan negara. Tentu dengan persiapan berbulan-bulan demi meraih hasil yang maksimal. 

Sejatinya Indonesia pernah meraih emas 2 kali yakni 1987 dan 1991. Prestasi yang pada saat itu sangat membanggakan betapa sulitnya memenangkan kompetisi sepak bola di kancah internasional. 

Dan justru menjadi kenangan bersejarah olahraga sepak bola nasional. Hal itu juga pernah dirasakan oleh legenda sepak bola Indonesia yaitu Rully Nerre yang mempunyai pandangan bahwa kemiripan skuat merata seperti halnya timnas U 19 dilatih Indra Syafri dengan kemampuan anak didinya. 

Mempunyai bek tangguh, gelandang, sayap, sayangnya tidak ada striker yang haus gol (www.Bola.com). Mungkin bisa dibilang mempunyai permainan kolektif pada pola penyerangan yang bagus. Kita juga patut bangga regenerasinya menujukkan cinta tanah air yang membara. 

Ada banyak pemain asing memilih atau memutuskan Indonesia adalah negara tercintannya. Seperti Elgan Balkot, Marc Klok, dan Victor Ibonevo. 3 pemain tersebut sudah membela timnas senior pada AFF kemarin. 

Dan Marc Klok sudah dimainkan pada 2 laga pertandingan AFF yakni melawan Vietnam dan Timur Leste (Timor Timor bekas daerah yang pernah menduduki Indonesia).  Ini menunjukkan jika pemain asing ternyata mempunyai rasa cinta luar biasa terhadap Indonesia. 

Begitu juga kita yang asli warga Indonesia harus mengapresiasi mereka menunjukkan bela tanah air melalui sepak bola. Apa salahya mencintai tanah air lewat sepak bola bukan?

Zaman dahulu ketika dijajah masyarakat Belanda pemuda-pemudi sudah mulai menunujukkan sepak bola adalah salah satu gerakan melawan kekejaman kolonialisme. 

Sekarang kita tidak perlu perang seolah-oleh jihad terbesar jalan terbesarnya, tetapi cukup kita dukung dan doakan timnas Indonesia sudah memberi kasih sayang terhadap Indonesia. 

KH Wahid Hasyim salah satu Menteri Agama pertama Indonesia sekaligus Putra Pendiri Nahdlatul ‘Ulama KH Hasyim Asya’ari mempunyai prinsip 2 hakikat agama dalam film Sang Kyai. 

Pertama permasalahan ketauhidan yang pada saat itu dipaksa oleh tentara Jepang sujud bendera sebagai bentuk penyembahan dewa Matahari. Malahan pada saat itu Kyai Hasyim menentangnya dengan menolak sujud. 

Respon inilah menyadarkan Wahid Hasyim menguatkan keimanan. Kedua  adalah nasionalisme atau biasa kenal membela tanah air. Karena sebagian tokoh nasionalisme pernah menanyakan perihal hukum berperang tetapi tidak demi Allah SWT, melainkan membela tanah air terhadap KH Hasyim Asy’ari. 

Beliau menjawab Fardhu ai’n membela serta melindungi masyarakat Indonesia. Bisa kita garis bawahi jika secara langsung mendukung timnas Indonesia bisa dikatakan Fardhu a’in apabila benar-benar membela tanah air seutuhnya, namun bisa jadi membela timnas Indonesia juga salah satu Jihad terbesar untuk meraih prestasi membanggakan. 

Hal ini bisa kita sebut “Hubbul Wathan Minal Iman” (mencintai tanah air adalah sebagian dari iman). Konsep yang harus dipegang masyarakat Indonesia mendukung penuh atlit-atlit kita dikacah asia maupun dunia. 

Sedangkan kata “iman“ mempunyai makna loyalitasnya kepada Allah SWT sudah membuktikkan kekuatan keimanan hati masing-masing. Allah SWT pun juga sudah berkali-kali menegaskan tentang Iman di beberapa surat lainnya. 

Terutama dalam Surat Al A’raf ayat 54 “Sesungguhnya Rabbmu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha penuh berkah Allah, Rabb semesta alam.”

Point selanjutnya adalah doa selalu dipanjatkan saat pemain timnas indonesia mulai memainkan bola dilapangan. Mengapa harus berdoa disetiap laganya? 

Bagaimana bisa kita seorang umat Islam menyia-nyiakan doa hanya menunggu hasil pertandingan? Bayangkan kalau saja manusia tidak diajarkan Allah SWT untuk berdoa pasti akan mengalami kesesatan. 

Kesesatan yang selalu membuat siapa saja mengalami fase trauma. Nabi Muhammad SAW juga mengajari kita selalu berdoa setiap saat. Berdoa tanpa usaha adalah sombong, usaha tanpa doa bohong. 

Semakin kita panjatkan doa, Allah SWT tidak akan melihatnya umatnya menangis histeris. Doa juga salah satu upaya penguatan keimanan agar tidak goyah. Menjadi pribadi lebih baik serta mengangap dirinya terhindar dari sifat sombong. 

Oleh : Ahmad Zuhdy Alkhariri

Admin

Redaksi Kuliah Al Islam

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Iklan Post 2

نموذج الاتصال