Inovasi Guru Sekolah Dasar dalam Media Pembelajaran di Era Pendidikan 5.0


Inovasi Guru Sekolah Dasar dalam Media Pembelajaran di Era Pendidikan 5.0

KULIAHALISLAM.COM - Pendidikan sebagai landasan dasar kehidupan yang banyak diwarnai oleh berbagai isu salah satu diantaranya adalah krisis identitas yang terjadi saat ini. Situasi bangsa Indonesia yang dimasa penjajahan selalu menempatkan warga nusantara sebagai pihak yang terkalahkan banyak menginspirasi perumusan dalam pendidikan nasional

Para pencetus bangsa berhasil keluar dari rutinitas pandangan hidup bangsanya, akan tetapi saat ini diharapkan melalui pendidikan dapat dijadikan sebagai acuan pengembangan diri dan pedoman dalam peningkatan kemampuan terutama dalam pengembangan soft skill dalam menghadapi tantangan masa depan.

Pendidikan sekolah dasar yang juga sebagai tombak pendidikan awal di Indonesia sudah ditentukan oleh para pendiri negara, berbagai tantangan dalam menjalankan visi & misi pendidikan nasional saat ini. Oleh karena itu tantangan di era perkembangan jaman terutama pada revolusi society 5.0 yang bisa mengancam perkembangan mutu pendidikan nasional.

Terkhusus pendidikan sekolah dasar yang seharusnya menjadi pondasi kehidupan & kepribadian bangsa, akan tetapi untuk saat ini mengharuskan bangsa Indonesia berada di pusaran arus globalisasi dunia, yang semakin kuat dengan perkembangan teknologi yang pesat dengan acuan Society 5.0.

Tetapi harus diingat bahwa bangsa dan negara Indonesia jangan sampai kehilangan jati diri, kendati hidup ditengah-tengah pergaulan dunia. SDM guru sebagai pendidik yang tumbuh di atas kepribadian bangsa asing mungkin saja mendatangkan kemajuan, akan tetapi kemajuan tersebut juga menjadi suatu ancaman yang akan membuat masyarakat tersebut menjadi asing dengan dirinya sendiri dan juga tidak memiliki identitas diri. 

Hal ini sebenarnya sudah mulai terjadi karena melihat banyaknya nilai-nilai pendidikan yang mulai diacuhkan. Dalam arus perkembangan teknologi saat ini dimana setiap SDM guru sekolah dasar harus memiliki kemampuan lebih untuk bersaing dengan dunia luar. 

Bangsa Indonesia harus mambuat suatu roadmap terkait implementasi pendidikan sekolah dasar di bebagai bidang. Dalam perkembangan teknologi yang semakin cepat, Indonesia tidak dapat menutup diri dari dunia luar, karena apabila tidak mengikuti perkembangan akan dipastikan tertinggal oleh kemajuan zaman dan kemajuan bangsa-bangsa lain. 

Bahkan, apabila kita melihat isu yang dulu menjadi pusat perhatian yaitu negara sosialis seperti Uni Soviet yang terkenal anti dunia luar tidak bisa bertahan dan terpaksa membuka diri dan menyesuaikan diri dengan perkembangan yang saat ini berlangsung. Maka konsep pembangunan modern harus membuat Indonesia membuka diri dan mengembangakan diri namun harus dengan landasan sistem pendidikan nasional. 

Hal tersebut merupakan upaya untuk meletakan dasar-dasar nilai pendidikan nasional agar dapat bersaing sehingga bangsa Indonesia bukan hanya menyerap masuknya modal, teknologi, ilmu pengetahuan, dan ketrampilan dari dunia luar, akan tetapi juga menanamkan nilai-nilai mutu pendidikan yang maju di dalamnya.


Hal terpenting adalah bagaimana SDM guru sekolah dasar di Indonesia mampu menyaring agar hanya nilai-nilai kebudayaan yang baik dan sesuai dengan kepribadian bangsa saja yang terserap. Sebaliknya, nilai-nilai budaya yang tidak sesuai apalagi merusak tata nilai budaya nasional mesti ditolak dengan tegas. 

Sistem pendidikan nasional harus dapat dijadikan solusi dari persoalan tersebut agar mempertahankan eksistensinya. Apabila bangsa Indonesia konsisten menjaga nilai-nilai luhur bangsa, maka nilai-nilai atau budaya dari luar yang tidak baik akan bertolak dengan sendirinya. 


Apabila melihat sistem pengetahuan dan teknologi yang kini tengah berkembang di Tanah Air yang mengarah kepada kebebasan dalam multiguna ilmu pengetahuan yang menjadikan eksistensi sistem pendidikan nasional mulai memudar. 

Dengan pandangan hidup, suatu bangsa mempunyai pedoman dalam memandang setiap persoalan yang dihadapi serta mencari solusi dari persoalan tersebut. Selain itu, sistem pendidikan nasional untuk sekolah dasar yang berintikan gotong royong amat sesuai dengan tuntutan Society 5.0 yang mensyaratkan kolaborasi dalam mengembangkan usaha selain responsif terhadap teknologi. 

Pendidikan merupakan dasar yang kuat dalam menjawab tantangan masa depan yaitu dunia usaha berbasis teknologi dan otomatisasi. Kolaborasi sistem pendidikan nasional dengan perkembangan Society 5.0 akan menjadikan SDM tenaga guru dan kependidikan di Indonesia semakin kuat & maju.

Karena perkembangan revolusi tersebut tidak akan lepas dengan keperluan kemampuan soft skill yang juga merupakan nilai-nilai murni dari mutu pendidikan itu sendiri. Pendidikan nasional merupakan representatif dari kemampuan soft skill yang dibutuhkan di perkembangan revolusi tersebut. 

Karena dalam kedua revolusi tersebut meskipun mengedepankan teknologi akan tetapi juga membutuhkan SDM yang profesional, sehingga untuk menjawab hal tersebut maka diperlukan dasar hard skill dan soft skill yang kompeten. 

Jadi salah satu langkah utama yang dapat dilakukan pendidikan pancasila yang ada dalam pendidikan sekolah dasar harus diperbaiki terutama dalam pengelolaan dan penyampain materi yang harus tersampaikan dengan baik, karena apabila terimplementasi dengan baik maka hal tersebut akan meningkatkan daya saing terhadap kompetitor dan daya tarik bagi siswa.

Relevansi pendidikan sekolah dasar terhadap perkembangan Society 5.0 akan terlihat pada penyampaian pengajaran, pendidikan karakter yang merupakan dasar soft skill dapat diterapkan dalam implementasi pengajaran di Pendidikan sekolah dasar, karena dalam Pendidikan SD dituntut mencetak SDM yang berkompeten baik hard skill atau pun soft skill

Oleh: Hasan Al Banna (Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Terbuka)



Admin

Redaksi Kuliah Al Islam

Post a Comment

Previous Post Next Post

Iklan Post 2

نموذج الاتصال