Penakluk Eropa : Sulaiman Al-Qanuni dan Khairuddin Barbarossa

Peta Kekuasaan Khilafah Turki Utsmani, Penakluk Eropa Sulaiman Al-Qanuni dan Khairudin Barbarossa (Sumber Gambar : Sejarahone.id)

KULIAHALISLAM.COM - Sulaiman Al-Qanuni merupakan putra Sultan Salim 1 keturunan Muhammad al Fatih sang penakluk Konstantinopel. Ia lahir 06 November 1494 di Trabzon, Turki dan wafat 05 September 1566 di Szigetvar, Hongaria. 

Sulaiman Al-Qanuni merupakan Sultan Dinasti Khilafah Utsmaniyah atau Ottoman Turki. Sebelum menjadi Sultan, ia menjabat sebagai Gubernur di Maghnisa. 

Masa pemerintahannya adalah yang terpanjang dibandingkan Sultan-Sultan lainnya, yakni tahun 1520 sampai 1566. Dalam masa pemerintahannya, ia banyak meraih kemenangan dalam berbagai perang. Tahun 1521, ia berhasil menguasai Beograd (Sekarang Ibukota Serbia, Yugoslavia). Dari sini terbuka jalan menuju Hongaria.

Ilustrasi Sultan Sulaiman Al-Qanuni pemimpin muslim yang sukses menjadikan Dinasti Turki Utsmani sebagai negara adikuasa penakluk Eropa (Sumber Gambar : Hidayatullah.com)

Pada bulan Agustus 1524, pasukan Hongaria berhasil dilumpuhkan sehingga ibukota Hongaria yaitu Budapest berhasil ditaklukan umat Islam. Dua tahun sebelumnya tepatnya tahun 1522, ia berhasil merebut Pulau strategis yaitu Pulau Rhodos. Saat itu Pulau Rhodos dikuasai oleh Ksatria Santo Yohannes. 

Karena strategis, di Pulau itu dibangun markas para pembajak untuk menghalang-halangi Dinasti Turki Utsmani dengan negara-negara Islam lainnya. Pada tahun 1531, Sultan Sulaiman Al-Qanuni meraih kemenangan dalam perang dengan Austria. 

Pada tahun 1532, ia memimpin perang melawan Karel V, Raja Spanyol. Pasukan Spanyol waktu itu berada di bawah komando Laksamana Genova Andrea Dorya.

Pada tahun 1533, Sulaiman Al-Qanuni mengumumkan kesediannya untuk menerima tawaran berdamai dengan Prancis. Namun perdamaian baru terlaksana tahun 1535 dan diputuskan di Kota Baghdad. 

Berdasarkan perjanjian ini, Prancis diberi hak untuk menjalankan perdagangan pelayaran di daerah-daerah kekuasaan Dinasti Khilafah Turki Utsmani dengan membayar 5 persen dari pajak.

Selain itu dalam perjanjian ini menyatakan bahwa persaingan-persaingan di Prancis harus diselesaikan sesuai dengan undang-undang negara mereka sendiri dan mereka diizinkan untuk menjalankan ritual-ritual keagamaan mereka. 

Perjanjian ini mengizinkan seluruh umat Kristen di negara Khilafah Turki Utsmani untuk mendapatkan perlindungan Prancis. Namun perjanjian ini diakhiri ketika Raja Prancis yaitu Charles V turun tahta.

Khairuddin Barbarossa


Patung Barbarrosa di Istambul Penakluk Eropa (Sumber Gambar : pwmu.co)

Pada tahun 1534, Sulaiman Al-Qanuni membangun armada laut yang pertama untuk menghadapi perlawanan pasukan Kaisar Karel V dari Spanyol. Armada lautnya diperkuat oleh Admiral laut yang tangguh yaitu Khairuddin Barbarrosa yang sangat disegani oleh armada Spanyol, Genoa, dan Valentina.

Khairuddin Barbarossa lahir di Paleokipos, Yunani. Pada tahun 1475, Khairrudin Barbarossa menyerbu Spanyol dan membebaskan lebih 70.000 orang Muslim dari Spanyol. 

Pada tahun 1538, Paus Paulus III mengumpulkan orang-orang Spanyol, Malta, Genoa, Venesia untuk mengalahkan Barbarossa. Dalam pertempuran itu, Barbarossa menang telak.

Film Pirates Of The Caribbean (Sumber Gambar : Wikipedia)

Sayangnya banyak Muslim yang tidak kenal lagi Khairrudin Barbarossa dan kehebatan jihadnya, sehingga Barat mengkelabui umat Islam seluruh dunia dengan menggambarkan Khairrudin Barbarossa sebagai bajak laut yang dikutuk Dewa laut sebagai bajak laut, dalam Film terkenal “Pirattes of the Caribbean.”

Pada tahun yang sama, Sulaiman Al-Qanuni juga melakukan penyerangan terhadap kekuatan Persia di bawah kekuasaan Tahmasp bin Ismail as-Safawi. Sultan Sulaiman berhasil merebut kota Tabriz, selanjutnya ia juga menyerang Azerbaijan. Perang diakhiri dengan perjanjian perdamaian Persia dan Khilafah Turki Utsmani.

Selanjutnya, tahun 1537, Sultan Sulaiman memerintahkan Admiral Khairrudin Barbarossa untuk menguasai Laut Aijah (Laut Aegea) yang terletak di antara Turki dan Yunani dalam tempo 3 tahun. 

Pada tahun 1543, Barbarossa mengepung pantai Italia untuk menguasai pelabuhan Nicea. Pada tahun yang sama, Sultan Sulaiman berhasil memasuki kota Budapest dan berhasil mengusai Gereja kemudian diubah menjadi Masjid.

Ilustrasi Raja Francis I di tawan (Sumber Gambar : Sindonews.com)

Dalam sejarah tercatat, Sultan Sulaiman Al-Qanuni pernah membantu Prancis membebaskan Raja Prancis bernama Prancis I dalam perang Pavia tahun 1525. Prancis benar-benar terhina ketika Rajanya ditawan sehingga mereka meminta bantuan Sultan Sulaiman Al-Qanuni untuk membebaskan Raja Francis I, Sultan pun mengabulkan permintaan itu. 

Selain itu, Prancis meminta bantuan dari Khalifah Utsmaniyah untuk melawan Habsburg bahkan Sultan pernah mengirimkan 100.000 keping emas kepada Francis I. Jadi Prancis berhutang budi kepada umat Islam.

Memasuki tahun 1550, Sultan Sulaiman mendirikan Universitas as-Sulaimaniyyah. Arsiteknya diserahkan kepada Sinaan Aga. Demikian pula arsitek pembangunan Istana, Hotel, Rumah Sakit, Lembaga Pendidikan Alquran.

Bagi nasyarakat Turki Utsmani, Sultan dikenal dengan nama al-Qanuni artinya si pembuat undang-undang. Di Eropa ia dikenal dengan nama “Solomon the Magnificent” atau “Solomon the Great” (Sulaiman yang agung) karena luasnya negara Khilafah Turki Utsmani. 

Sultan Sulaiman dikenal sebagai penyair. Ia menulis salinan Alquran dengan tangannya sendiri dan kini disimpan di Masjid Agung Sulaiman. Ia memperbaiki makam Imam Abu Hanifah dan memperbaiki makan Jallaludin ar-Rumi. 

Masjid Sultan Sulaiman (Sumber Gambar : Republika.co.id)

Sultan Sulaiman wafat tahun 1566 di dekat kota Szigetvar, Hongaria sewaktu ia memimpin pertempuran merebut kota itu. 

Sumber : Ensiklopedia Islam Jilid 4 Terbitan Ichtiar Baru, Milik Negara dan dari berbagai sumber. 

Oleh: Rabiul Rahman Purba, S.H
Editor: Adis 


Post a Comment

Previous Post Next Post

Iklan Post 2

نموذج الاتصال