Pengaruh Alquran Terhadap Kecerdasan

Membaca Alquran berpengaruh terhadap jiwa dan kecerdasanya (Sumber gambar : Sman4jember.sch.id)
Oleh : Rabiul Rahman Purba, S.H.

KULIAHALISLAM.COM - Alquran dapat berpengaruh besar terhadap jiwa dan kecerdasan. Prof Dr Muhammad Quraish Shihab dalam bukunya “Mukzijat Alquran” telah menyebutkannya.

Bahwa “Cukup sudah pengetahuan semua orang terpelajar bahwa kehadiran Alquran  ditengah-tengah masyarakat Arab pada 15 abad yang lalu. Telah menimbulkan pengaruh yang sedemikian besar dalam kehidupan manusia”.

Alquran berarti “bacaan”, asal kata “Qara’a”. Dapat didefinisikan sebagai kalam Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam melalui perantara Malaikat Jibril, untuk dijadikan pedoman bagi hidup manusia.

Alquran memiliki bahasa yang indah dan agung namun  dalam Alquran banyak ayat-ayat dalam sejumlah surah yang dicantumkan berulang-ulang kali. Hal ini membuat sarjana Barat atau orientalis ketika membaca Alquran menjadi bingung dan menganggapnya sebagai bacaan terberat di dunia.

Karen Amstrong dalam tulisannya “Muhammad Sang Nabi” menyebutkan “Orang Barat  cenderung melihat Alquran penuh pengulangan yang membosankan. Namun sebenarnya Alquran tidak dirancang untuk dibaca secara menyendiri, melainkan untuk dibaca sebagai ibadah."

Alquran ditulis dalam bahasa yang sangat indah, kompleks, padat dan penuh kiasan. Alquran tidak dimaksudkan untuk dibaca sebagaimana kitab lain, Alquran dibaca dengan merasakan kehadiran Tuhan”.

Penelitian Terhadap Alquran

Jika Alquran dibaca secara tepat menurut penelitian ternyata berdampak besar bagi jiwa dan kesehatan tubuh. Dr. Al-Qadhi melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat berhasil membuktikan.

Hanya dengan mendengarkan bacaan Alquran, seorang muslim baik yang mereka berbahasa Arab maupun bukan. Ternyata dapat merasakan psikologis yang sangat besar. 

Misalnya penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa. Dan juga dapat menangkap berbagai penyakit, merupakan hal umum yang dirasakan yang menjadi objek penelitiannya.

Penelitiannya tersebut ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru. Yang bisa untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik.

Dari hasil uji coba ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan menyembuhkan penyakit.

Penelitiannya Alquran disampaikan dalam Konfrensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984. Dr Nurhayati dari Malaysia pada tahun 1997 mengungkapkan penelitiannya bahwa bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan Alquran dari tape recorder. Ternyata menunjukan respon tersenyum dan menjadi lebih tenang.

Jika kita mendengarkan musik klasik dapat mempengaruhi kecerdasan Intelektual (IQ) dan kecerdasaan emosi (EQ). Bacaan Alquran lebih dari itu, selain mempengaruhi kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, bacaan Alquran mempengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).

Alquran Dapat Mengetarkan Jiwa dan Menembus Qolbu

Ayat-ayat Alquran yang dibaca akan mampu menembus jiwa seseorang sehingga ia akan merasakan kedamaian, dan kehadiran Tuhan dalam Qalbunya. Untuk lebih lengkap, lihat karya Imam Musbikin berjudul “Terapi Shalat Tahajud Bagi Penyembuhan Kanker”.

Gibb dalam bukunya “Mohammadanisme” menuliskan “Tidak seorang pun dalam seribu lima ratus tahun telah memainkan alat bernada nyaring yang demikian mampu dan demikian berani dan demikian luas getaran jiwa yang diakibatkannya seperti apa yang dilakukan Muhammad melalui Alquran." 

Sebagai contoh peristiwa yang menimpa Umar bin Khattab, dalam tulisan Dr. Muhammad Husain Haekal disebutkan bahwa Umar bin Khattab masuk Islam setelah ia mencoba membaca salinan teks Alquran.
Umar bin Khattab merasa akan kehadiran Tuhan dalam jiwanya sehingga ia benar-benar yakin bahwa Alquran benar-benar firman Tuhan.

Dalam Alquran disebutkan “Sesungguhnya, orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah keimanan mereka, dan kepada Tuhan merekalah, mereka bertawakal”.

Alquran Sebagai Ilmu Pengetahuan

Para Ulama dan intelektual muslim terdahulu menjadikan Alquran sebagai mahkota ilmu pengetahuan sehingga mereka dengan mudah mempelajari, menghafal, dan menguasai berbagai ilmu pengetahuan.

Membaca dan mendengarkan Alquran akan menambah daya ingat yang sangat kuat, disiplin, dan memiliki ketentraman jiwa. 

Intelektual yang jauh dari Alquran akan membuat hatinya mati sehingga walau ia berhasil mempelajari berbagai ilmu pengetahuan. Namun jiwanya akan terganggu yang akibatnya ia tidak memiliki moral dan etika dalam kehidupan.

Sayyid Qutb dalam bukunya yang terakhir berjudul “Ma’alim Fi Athariq” menyatakan bahwa setiap muslim yang menguasai Alquran maka Allah akan bukakan tabir dari orang tersebut sehingga ia mampu mengungkapkan rahasia-rahasia yang terkandung dalam Alquran.

Nah, inilah sebenarnya rahasia dibalik kecerdasan para Ulama dan Intelektual muslim generasi terdahulu yaitu mereka menguasai Alquran sehingga Allah membukakan berbagai ilmu pengetahuan yang belum diketahui manusia dan mereka diberikan keistimewaan oleh Allah.

Bukankah Allah telah menegaskan dalam Alquran surah al Baqarah ayat 282 "Tingkatkan takwamu pada Allah maka Allah akan ajarkan ilmu pengetahun". Oleh sebab itu, Ibnu Sina mengungkapkan agar anak menjadi secerdas dirinya yang harus dilakukan adalah ajarkan pada anak tersebut sejak usia 6 tahun sampai 14 tahun.

Pelajaran berupa membaca dan menghafalkan Alquran selain itu ajarkan juga mengenai Fikih, Akhlak, hidup bersih, olahraga, setelah 14 tahun baru ajarkan ilmu yang sesuai bakatnya,(Prof Abuddin Nata, Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam).

Tentu hal ini berbanding terbalik dengan kebanyakan orang tua sekarang, anak-anaknya sejak usia balita yang pertama diajarkan adalah bagaimana anak tersebut mahir bermain game online, mahir berhitung, dan mahir berbahasa Inggris.

Dampaknya adalah anak tersebut tidak dilatih memiliki kecerdasan intelektual, keceradasan spiritual dan kecerdasan emosional. Maka untuk itu, perbanyaklah membaca Alquran, renungi maknanya dan jadikan Alquran sebagai mahkota ilmu pengetahuan.

Sehingga kita dapat menjadi muslim yang senantiasa memiliki ketenangan jiwa. Dan kita juga punya daya ingat yang kuat, cerdas secara intelektual dan spiritual serta berakhlak Alquran.

Penulis adalah Alumni Sekolah Tinggi Hukum Yayasan Nasional Indonesia (STH-YNI), Pematangsiantar

Post a Comment

Previous Post Next Post

Iklan Post 2

نموذج الاتصال