Memahami Makna Ibadah Sholat

(Sumber Gambar: Dok. Pribadi Redaksi Kuliah Al-Islam) 


KULIAHALISLAM.COM - Ibadah adalah hal terpenting dan tugas yang Agung, di mana Alloh menciptakan manusia dan jin di dunia ini untuk hal itu., Allah berfirman: “dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” QS. Al-Dzariyat [51]: 56.

Ibadah yang dilaksanakan oleh manusia merupakan hak Alloh, di mana Dia telah menciptakan alam semesta ini dengan sistem yang teratur dan indah, bahkan Alloh menciptakan manusia dengan bentuk yang terbaik. Di dalam ibadah-ibadah yang telah disyariatkan oleh Alloh memberikan pengaruh yang positif dalam pendidikan jasmani manusia.

Makna Ibadah dan Macam-Macam Ibadah dalam Islam

Ibadah merupakan hal yang positif sebagai penyembahan kepada Alloh.

Ibadah didefinisikan sebagai: nama yang mencakup segala sesuatu yang dicintai oleh Alloh dan diridhoi-Nya dari perkataan dan perbuatan, baik yang nampak atau tersembunyi. Sholat, zakat, puasa, haji, berkata jujur, melaksanakan amanah, berbakti kepada kedua orang tua, menyambung silaturahmi, dan yang semisalnya merupakan ibadah.

Ruang lingkup ibadah dalam Islam sangat luas. Ia mencakup semua perkataan hamba, perbuatannya, dan niatannya.

Sebagaimana juga ibadah mencakup setiap urusan dari urusan-urusan manusia, dan setiap bagian-dari bagian-bagian kehidup-annya. Oleh karena itu, ibadah bukan sekedar kemauan ruh saja, akan tetapi ia adalah gerakan jasmani, gerakan akal dan bertolak dari ruhani.

Hal ini berarti bahwa seorang melaksanakan ibadah kepada Alloh, maka ia harus melaksanakan ibadah itu dengan seluruh bagian dirinya baik ruhani, akal, dan jasmani, sehingga dia dikatakan telah melaksanakan secara sempurna. hal itu akan memberikan pengaruh yang sangat besar bagi pelakunya. Ibadah dalam Islam mencakup seluruh anggota manusia.

Seorang Muslim tidak beribadah kepada Alloh dengan lisannya saja, atau dengan badannya saja, atau dengan akalnya saja, atau dengan hatinya saja, atau dengan panca inderanya saja. Akan tetapi ia beribadah kepada Alloh dengan semua hal ini, dengan lisannya yang berdzikir, dengan badannya yang bergerak sholat, puasa dan jihad, dengan hatinya yang penuh rasa takut, harap, dan tawakal, dengan akalnya yang berfikir dan bertadabbur, dan dengan panca inderanya yang digunakan dalam ketaatan kepada Alloh .

Bertolak dari perhatian Islam yang menyeluruh pada semua bagian manusiawi sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan.

Perhatian itu terbagi menjadi tiga bagian utama; yakni ruhani, jasmani dan akal. Walaupun tiga bagian utama itu memiliki perbedaan yang jelas, tetapi ketiganya membentuk satu kesatuan yang membantu manusia untuk berkeseimbangan dan keterkaitan yang kuat dalam jasmani manusia. Oleh karena itu, ibadah-ibadah dalam Islam sangat beragam sesuai dengan tabiat jiwa manusia dan tiga unsur utamanya (ruhani, jasmani, dan akal). Ada ibadah yang bersifat ruhaniyah, ibadah bersifat akliyah, dan ibadah yang bersifat jasmaniyah. Hal itu tidak lain untuk memberikan bagian pada setiap segi dari segi-segi manusiawi ini dengan bagian yang sesuai, yakni berupa hak fitrahnya dalam melaksanakan ibadah kepada Alloh. 

Hal ini berarti bahwa ada ibadah-ibadah ruhaniyah murni seperti iman kepada Alloh, ikhlash kepada Alloh, tawakkal kepada Alloh, dan ibadah-ibadah lainnya seperti khusyu’, Khudhu’, taqwa, dan muroqobah. 

Ada juga ibadah-ibadah akliyah yang bertumpu pada intelektual dan pemikiran pada makhluk Alloh, dan keagungan ayat-ayat-Nya yang bersifat kauniyah. Al-qur’an al-karim telah mengisyaratkan hal itu dalam firman Alloh; 

Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda￾tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang beriman. Dan pada penciptakan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini, dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan￾Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat tanda￾tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal.” QS. Al￾Jatsiyah [45]: 3-5.

Selain itu, ada juga ibadah-ibadah jasmaniyah yang berkaitan dengan jasmani manusia, anggota badannya, panca inderanya, dan gerakannya. Dalam pelaksanaannya, ibadah ini bertumpu padaanggota badan, baik secara keseluruhan atau sebagiannya. Abd al-Hamid menyata￾kan bahwa: ibadah badniyah adalah ibadah yang dilakukan oleh anggota badan. Ibadah ini banyak sekali dan sudah dimaklumi. 

Ibadah yang paling utamanya adalah sholat, di mana terkandung gerakan berdiri, duduk, rukuk, sujud, membaca, pengucapan salam. 

Secara gelobal, ibadah yang bertumpu pada anggota badan semuanya atau sebagiannya, maka ibadah ini termasuk jenis ibadah jasmaniyah.

Ibadah-ibadah jasmaniyah mencakup setiap bagian dari bagian-bagian dari badan. Anggota badan itulah yang melaksanakan peribadahan kepada Alloh Di antaranya, ibadah Lisan; seperti أشهد أن الإله اال) mengucapkan dua syahadat هللا رسىل دمحم أن وأشهد هللا), membaca Al￾Qur’an, berdzikir kepada Alloh, menjawab salam, amar ma’ruf dan Melarang larangan, berkata jujur, dan lain-lainnya. 

Adapun ibadah anggota badan seperti ibadah yang bertumpu pada panca indera, seperti mendengarkan khutbah, melihat ayat-ayat Alloh , dan lain-lainnya. 

Adapun ibadah tangan seperti bekerja untuk memberikan nafkah kepada keluarga, menolong orang yang tenggelam, me￾lempar jumrah, berwudhu dan bertayamum dan lainnya.                                                                  

Adapun ibadah kedua kali seperti berjalan untuk sholat berjamaah di masjid, thowaf di ka’bah, sa’i antara Shofah dan Marwah, berjalan untuk bersilaturrahmi, berjalan untuk beribadah haji, dan lainnya.

Manfaat Ibadah dalam Islam

Ibadah-ibadah dalam Islam memiliki manfaat dan faidah yang besar. Dengan melihat banyaknya ragam peribadahan dalam Islam, maka pemaparan mengenai manfaat-manfaat positif dalam peribadahan dalam Islam tidak sebuah perkara yang mudah. Hanya saja, penulis berusaha meringkas beberapa manfaat positif peribadahan yang terwujudkan pada jasmani manusia melalui pelaksanaan beberapa ritual ibadah, seperti sholat, puasa, haji dan umroh.

1. Sholat

Sholat secara bahasa memiliki beberapa makna. Sholat bermakna doa, rahmah (kasih sayang), istighfar (permohonan ampun), pujian baik dari Alloh keada Rosulnya, dan ibadah yangt terkandung rukuk dan sujud.

Adapun sholat secara istilah berarti peribadahan kepada Alloh dengan

perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan yang telah diketahui, dimulai dari takbir, dan diakhiri dengan salam.

a. Kedudukan Sholat dalam Islam

Sholat adalah kewajiban bagi setiap orang yang beriman kepada Alloh baik laki-laki maupun wanita, anak-anak ataupun dewasa. Alloh berfirman: “Maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguh-nya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang￾orang yang beriman.” QS. An-Nisa [04]: 103.

Sholat memliki kedudukan yang Agung dalam Islam. oleh karena itu, ada perintah dari Alloh untuk menjaga sholat dan tidak menyepelekannya, Alloh berfirman:

“Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa [Sholat Ashar]. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'. QS. Al-Baqoroh [02]: 238.

Sholat merupakan rukun Islam kedua yang sangat urgen dalam menentukan keislaman seseorang. Sebuah hadits diriwayatkan dari Abdulloh bin Umar berkata: Rosululloh bersabda:

س " ين اإلسالم على مخ ٍ: شهادة أن البً رسول هللا ، وإقامإلو إال هللا وأن حممداالصالة ، إيتاء الزكاة ، وحج البيت وصوم رمضان

“Islam dibangun di atas lima (pondasi); syahadat laailaha illalloh dan syahadat anna muhammad Rasulullah, mendirikan  .sholat, memberikan zakat, haji di Baitulloh, dan puasa Romadhon.”

Sholat terbagi menjadi dua macam; sholat fardhu dan sholat sunnah. Sholat fardhu terdiri dari lima sholat, yakni sholat Subuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’.

Adapun sholat sunnah terdiri dari dua bagian; sholat sunnah muqoyyah dan sholat sunnah mutlak. Sholat sunnah muqoyyat berupa sholat sunnah rowatib, sholat tarawih, sholat gerhana, dan sholat lainnya.

Sholat memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh ibadah lainnya. Sholat merupakan kewajiban yang banyak disebutkan di dalam Al-Qur’an. Ia adalah kewajiban secara umum baik laki-laki dan wanita, orang merdeka dan budak, orang kaya dan miskin, orang yang sedang muqim dan yang sedang bepergian, orang sehat dan sakit. Sholat ada tiang agama Islam, tidaklah tegak agama Islam pada diri seseorang melainkan dengan mendirikan sholat.

Di hal ini, dapat kita ketahui tentang keagungan sholat dan kemuliaannya, serta urgensinya bagi kehidupan manusia Muslim. Walaupun sholat merupakan ibadah badaniyah yang telah diwajibkan oleh Alloh kepada manusia dalam sehari dan semalam lima kali dalam waktu-waktu yang telah ditentukan, dan dengan tatacara yang tertentu juga.

Hanya saja, sholat menunjukkan kegiatan tiga unsur utama manusia, yakni ruhani, jasmani dan akal. Sholat juga mendekatkan hamba dengan sang penciptanya dengan ikatan yang sempurna. peredaran darah, dan membantu dalapertumbuhan saraf.

b. Manfaat Sholat bagi Kesehatan Jasmani

Setiap keadaan dari empat keadaan sholat terdapat faidah kesehatan yang sangat bermanfaat bagi jasmani. Berikut ini beberapa manfaat kesehatan dari empat kondisi sholat:

a) Berdiri

Kondisi berdiri dalam sholat membantu pengaturan proses pernafasan melalui berdiri dengan badan tegak.

Mustahil bagi seseorang dapat bernafas dengan baik dalam kondisi berdiri yang tidak tegak. Berdiri tegak, dengan kepala terangkat dan kedua pundak melebar kebelakang membantu (pelakunya) untuk memenuhi paru-parunya dengan oksige nyang cukup.

Adapun saat berdiri tegak dengan mengangkat kedu tangannya memberikan faidah kesehatan yang beragam. Di mana gerakan pengangkatan kedua tangan dalam sholat menguatkan otot-otot tangan, dada, dua pundak, dan menambah fleksibel sendi-sendinya; sendi punggung, sendi siku, dan sendi telapak tangan.

b) Rukuk

Tatkala orang yang sholat mencondongkan badannya kedepan dalam gerakan rukuk, maka tulang punggungnya memanjang yang membantunya fleksibel dalam gerakan, dan tulang punggung bertambah panjang beberapa senti meter setelah lama berdiri. Fleksibel pada tulang punggung dan flesibel gerakan pung-gungnya sangat penting sekali dalam kesehatan jasmani manusia.

Dalam kondisi rukuk dalam sholat, memberi pengaruh dalam menggerakkan proses dalam perut pada alat pencernaan, dimana membantu dalam menyempurnakan proses cerna dengan mudah, dan efektif. Begitu pula rukuk berfaidah penguatan pada otot-otot dinding perut.

c) Sujud

Tidak diragukan lagi bahwa sujud dalam sholat memberikan manfaat yang beragam pada jasmani manusia. Di mana membantu mengeluarkan dahak dan lainnya dari firus berbahaya yang berada pada alat pernafasan. Al-Dzahabi mengatakan; alangkah bermanfaat sujud bagi orang yeng sedang influensa dan masuk angin. Hal itu dikarenakan sujud membantu membuka pangkal lubang hidung.

Sujud dalam sholat berpengaruh dalam perbaikan dan mengantarkan peredaran darah ke otak, dan membuka setiap jaringan kapiler, kemudian memperbaiki gizinya dan membantu dalam pelaksanaan tugas-tugasnya.

Hal ini berarti di antara faidah sujud dalam sholat adalam memperbaiki proses peredaran darah, khususnya peredaran darah di kepala. Di mana saat sujud, posisi kepala lebih rendah dari jantung yang membantu peredaran darah kepadanya dengan mudah.

d) Duduk

Di antara faidah yang diperoleh orang yang sholat dalam keadaan duduk baik iftirosy atau tawaruk, bahwa jasmani memperoleh rehat setelah melakukan kegiatan yang membebani badan dalam gerakan-gerakan sholat sepeti berdiri, rukuk, I’tidal, dan sujud.

Duduk dalam sholat membantu kaki orang-orang yang sholat dalam menghilangkan atau meringankan pengerasan pada lutut (yang disebabkan kecelakan atau operasi), pada pergelangan kaki, dan menambah fleksibel otot paha dan otot dua kaki, serta melenturkan pergelangan dua lutut dan dua telapak kaki.

Dengan demikian, Manusia diciptakan oleh Alloh di dunia ini dengan tujuan untuk beribadah kepada Alloh dan mengesakannya. Tujuan ini bukanlah sebuah kedzoliman bagi manusia, dikarenakan peribadahan yang dilaksanakan hamba dengan benar memberikan manfaat bagi dirinya sendiri baik-baik di dunia dan di akhirat, baik manfaat jasmani dan ruhani.

Hal itu juga menunjukkan kebesaran Alloh yang melimpahkan karunianya bagi hamba-hambanya yang beriman. Sholat tidak hanya ibadah ritual kewajiban menghafal Allah SWT, tetapi juga sarana membentuk kepribadian dan kesehatan bagi jiwa raga manusia yang menjalankannya. Terdapat aneka manfaat faedah dan hikmah bagi manusia yang memahami dalam setiap gerakan ibadah sholat.

Kontributor: Fitratul Akbar

Fitratul Akbar

Penulis adalah Pendiri Oema Joempa Institute. Pemikir Keislaman dan Kebinekaan. Alumni Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang.

Post a Comment

Previous Post Next Post

Iklan Post 2

نموذج الاتصال